Oleh Dr. Socratez Sofyan Yoman

Jenderal Kelly Kwalik dibunuh Densus 88, TNI dan Polri di Timika pada 16 Desember 2009. Saya tahu melalui pesan singkat yang dikirim serta melalui surat kabar. Saya berpikir harus ada sesuatu yang saya perbuat untuk meretapi atas kehilangan seorang pahlawan hebat seperti Kelly Kwalik.

Puisi singkat menjadi pilihan saya. Begitu puisi selesai ditulis, saya kirim ke Kapolda Papua, Pangdam XVII Trikora, Gubernur dan Wakil Gubernur West Papua, Ketua dan Anggota DPRP dan Ketua dan Anggota MRP, para pemimpin Gererja, hingga ke luar West Papua. Jumlahnya hampir 200 orang, saya kirim melalui SMS.

Begini isi puisinya;

“Bapak Kwalik, ketika engkau lahir seorang anak laki-laki yang gagah,

Kedua orang tuamu sangat bangga menyambut kehadiranmu di bumi Amungme,

Ibumu memelukmu dalam pelukan yang hangat,

Ketika engkau kecil, mamamu menjagamu dalam noken yang beralaskan daun-daunan hijau,

Kedua orang tuamu membersarkan engkau dengan kasih sayang yang tulus,

Ibu dan ayahmu memelukmu dengan erat dan menelusuri tebing-tebing terjal dan gunung Ndugu-Ndugu (konial menyebutnya: Tembagapura),

Walaupun aparat keamanan Indonesia, Densus 88 membenci, memusuhi, menghina dan membunuhmu,

Tapi, kasih sayang kedua orang tuamu dan

kasih sayang Tuhanmu dalam Yesus Kristus

dan kasih sayang rakyat dan bangsa West Papua, nasib mereka yang engkau perjuangkan tetap abadi dan milikmu,

Bapak Kwalik, namamu tetap terukir secara abadi di hati rakyat dan bangsa West Papua,

Nilai perjuanganmu tetap hidup dalam sejarah bangsa West Papua,

Dari setiap telapak kakimu yang engkau letakkan di tanah, gunung, batu, sungai, gua, lembah, lereng-lereng di Tanah Amungme, tanah West Papua,

Dari sanalah akan terbit cahaya nilai kebenaran, nilai keadilan, nilai kasih, nilai kesamaan hak dan derajat,

Darahmu yang tercurah di tangan Densus 88 akan menjadi benih perdamaian dan persaudaraan antar dua
[31/8 8:43 AM] Socratez Yoman: bangsa yang sedang bertikai, bangsa Indonesia dan bangsa West Papua,

Pada suatu hari nanti, bangsa West Papua akan menjadi sahabat baik dan tetangga bangsa Indonesia,

Selamat jalan bapak penegak kebrnaran,
Bapak pejuang keadilan,
Bapak pejuang hak asasi manusia,
Bapak pejuang kesamaan hak dan derajat manusia,

Kami mohon maaf lahir dan batin,

Kalau kami menyakitimu?

Selamat berbaring dengan tenang dan damai bersama leluhur dan nenekmu, orang Melanesi di West Papua.

(puisi ini dibaktikan oleh Ndumma Ambirek Godmendekmban Yoman/ alias Dr. Yoman).

Sumber: https://web.facebook.com 

Socratez Yoman: West Papua: Sebuah Puisi untuk Jenderal Kelly Kwalik
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *