Pelantikan 51 anggota MRP di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (20/11/2017) – Jubi/Alex
Pelantikan 51 anggota MRP di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (20/11/2017) – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Mantan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib yang kembali menjabat anggota MRP periode 2017-2021 mengatakan, kolaborasi antara anggota MRP sebelumnya yang kembali terpilih dengan anggota baru akan menjadi kekuatan baru memperjuangkan hak orang asli Papua (OAP).

Ia mengatakan, tidak dipungkiri publik menilai anggota MRP selama dua periode belum maksimal melaksanakan tugasnya sebagai keterwakilan di lembaga kultur.

Harapan pihaknya kedepan, anggota MRP periode kini yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman, dapat berkolaborasi melaksanakan tugas MRP, mengawal pelaksanaan Otsus di Papua.

“Harapan kami, dengan semangat baru anggota MRP kini, menjadi kekuatan baru melaksanakan tugas MRP lebih baik lagi ke depan. Hal yang belum dilakukan dapat dilaksanakan MRP periode kini,” katanya, Senin (20/11/2017) usai pelantikan 51 anggota MRP.

Menurutnya, meski anggota MRP periode kini cukup lama menunggu pelantikan, kurang lebih 10 bulan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk melaksanakan tugas yang kini di depan mata.

“Ada tugas yang kami kejar yakni memberikan pertimbangan dan persetujuan terkait keaslian orang asli Papua terhadap calon gubernur dan wakil gubernur, dalam pilgub Papua 2018,” ujarnya.

Katanya, ini salah satu tugas penting MRP yang ada di depan mata. MRP akan memberikan pertimbangan keaslian pasangan calon, setelah DPR Papua menyerahkan nama pasangan calon. “Ya, ini salah satu agenda yang mendesak,” katanya.

Mendagri Tjahyo Kumolo ketika melantik 51 anggota MRP mengatakan, sejak UU 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua diberlakukan, ini merupakan pelantikan anggota MRP ketiga kali.

Tugas dan wewenang MRP berdasarkan Pasal 20 UU Nomor 21, salah satunya memberikan pertimbangan dan persetujuan calon gubernur serta wakilnya yang diusulkan oleh DPRP,” kata Tjahyo.

Katanya, MRP merupakan lembaga representasi kultural, sehingga jangan berperan sebagai lembaga politik. Anggota MRP yang sudah dilantik harus mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan tugas kewajibannya, khususnya dalam pilkada. (*)

Kolaborasi anggota MRP diyakini jadi kekuatan baru
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *