Sumber Artikel: https://id.crowdvoice.com/posts/benarkah-penduduk-papua-punah-2jR9

Jaman Belanda, salah satu suku di Arfak Manokwari punah.

Jaman perdagangan rempah rempah oleh Cina di Merauke, penyakit mata singa membunuh penduduk Marin.

Jaman freeport, suku Amungme punah, ditambah lagi busung lapar di Yahukimo.

Era pemekaran propinsi Papua Barat, akibat banyaknya HPH di Wasior, banjir bandang bunuh warga Wasior Manokwari.

Era daerah operasi militer, dikenal dengan serangan fajar, sandi kasuari, pemboman mamberamo oleh Fredi Numberi. Periode tersebut bunuh juga orang Papua.

Periode tuntutan kemerdekaan Papua/pisah dari NKRI, tatkala korban pun berjatuhan.

Belum lagi, virus mematikan dari Amerika Serikat bernama HIV/AIDS. Ribuan penduduk Papua terdata mengidap sakit kutukan tersebut.

Ditambah lagi, wabah penyakit atau sakit yang belum diketahui penyebanya di distrik Kwor kabupaten Tambrauw Papua Barat, menewaskan 18 penduduk (versi PNS) sedangkan versi LSM 98 jiwa.

Degradasi budaya di era globalisasi cukup signifikan memakan korban. Pola hidup yang sesuai dengan pasar, ketergantungan pada kapital sehingga hutan, gunung, air di rusak smuanya.

Setan globalisasi yang datang pakai corak neoliberalisme ini seharusnya dibuang ke tong sampa saja (menurut PRD demikian) karena merusak, mengubur, meniadakan corak corak budaya yang hakiki dan penuh keseimbangan.

Benarkah Penduduk Papua Punah?
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *